Minggu, 31 Januari 2010

TEKNIK PEMBUATAN ROTI

Pengadonan.
Pengadonan roti dimulai dengan pengayakan tepung terigu. Tujuannya agar tepung terigu ketika dicampur cairan atau lemak teraduk rata. Tidak ada berbutir butir.
Setelah itu bahan lain seperti air / susu bubuk, gula dan ragi bisa di campurkan ke dalamnya. Pengadukan dilakukan seperti biasa. Dengan tangan lebih baik supaya anda bisa merasakan butiran butiran gula atau ragi yang belum teraduk rata. Tetapi bila anda membuat dalam jumlah besar, tentu pengadukan dengan tangan agak mustahil. Nah gunakan mixer.
Setelah rata tambahkan margarine/mentega/minyak dan garam. seperti di ulas sebelumnya, penambahan garam sebaiknya terakhir saja setelah bahan lain tercampur rata.Sesudan teraduk rata, keluarkan adonan dari wadahnya kini saat nya anda melakukan mengulenan.

Pengulenan.
Pengulenan bisa dilakukan dengan mikser, bisa pula dengan tangan. Mudah sekali gerakan tangan anda seperti sedang mencuci pakaian. Tarik adonan kedepan sambil sedikit ditekan lalu lipat lagi kearah anda. Begitu seterusnya berulang ulang sampai adonan elastis. Cara mengetes, ambil sejumput adonan lalu tarik melebar. Kalau adonan robek , ulangi lagi proses pengulenan sampai adonan tidak lagi robek.
Pengulenan dapat pula dilakukan dengan mikser. Yang perlu diperhatikan, adonan tidak boleh terasa panas. Biasanya akibat gesekan baling baling mikser, adonan jadi panas. Kalau ini terjadi, hentikan mikser. pengulenan bisa diteruskan dengan tangan.

Fermentasi.
Setelah elastis, adonan roti memasuki tahap fermentasi. Pada cuaca normal, tidak dingin, 30 menit. fermentasi sudah cukup untuk mengembangkan adonan roti. Kalau cuaca dalam ruangan anda sedang tidak bersahabat (terlalu dingin), tempatkan adonan di dekat kompor supaya pengembangan optimal.
Selama proses fermentasi, adonan sebaiknya di tutupi plastik atau serbet basah. Tujuannya mencegah penguapan hingga roti tetap lembap dan hasilnya kelak tidak kering.

Pengempisan.
Proses fermentasi hendaknya tidak lewat waktu supaya pengembangan tidak berlebihan. Tinju-tinju adonan supaya udara keluar. Kalau perlu, keluarkan dari wadahnya dan tekan sampai tipisbetul.
Nah disinilah rolling pin berperan. Adonan yang di giling, akan mengeluarkan udara yang masih tersisa.

Melicinkan permukaan Roti.
Adonan yang sudah dikempiskan, bisa segera di bagi. Timbang adonan sesuai ukuran roti yang dikehendaki. Membagi adonan dengan perkiraan semata tanpa ditimbang membuat ukuran roti tidak beraturan. Akibatnya tiap roti tidak merata matangnya.
Kini licinkan permukaan roti dengan cara membuatkannya. Letakkan bulatan roti di meja. Tutup roti dengan jari jempol dan jari tengah. Kelingking dan sisi telapak tangan harus menempel di meja. Putarkan adonan dengan jari jempol dan jari tengah tadi sampai permukaan roti licin.
Adonan roti yang sudah didiamkan ini masih harus difermentasi lagi selama 10 menit.

Membentuk Roti.
Giling tiap bulatan roti dan bentuk sesuai selera. Adonan roti yang tidak digiling akan berlubang-lubang hasilnya. Untuk roti tawar anda bisa mengepangnya atau menggulungnya sebelum dimasukkan dalam loyang loaf.
Untuk roti ini, segera isi roti yang telah digiling tipis. Buat menjadi bentuk yang indah dan manis. Ingatlah bentuk yang cantik membuat roti kelihatan  menggiurkan.
Letakkan roti yang sudah terbentuk diatas cetakan yang sudah diolesi margarin . Biarkan di dalam selama 45 menit. Setelah waktu itu, adonan roti harus mengembang dua kali lipat. Selama masa fermentasi  roti harus ditutupi  kalau cuaca ditempat anda terlalu kering , semprotkan permukaan roti dengan air. Penyemprotan ini bisa dilakukan  beberapa kali selama fermentasi berlangsung.

Pengolesan & Pemberian Topping.
Sebelum dimasukan dalam oven, adonan roti yang sudah dofermentasi 45 menit tadi harus dioleskan lebih dahulu.. Bahan pengoles macam-macam. Kuning telur bisa jadi pilihan. itu kalau anda mengiginkan roti yang berwarna  kuninh. Untuk roti yang kecoklatan, oleskan dengan susu evaporated.
Kalau ingin diberi topping, lakukan sekarang. Begitu juga kalau ingin memberi keratan keratan manis pada kulit roti.

Pengovenan.
Oven sudah harus dipanaskan dulu sebelum roti diovenkan. Pasang suhu 180 derajat celcius begitu roti dimasukkan pemanggangan dulakukan antara 7-15 menit, tergantung ukuran roti. Rori ukuran kecil tentu membutuhkan waktu pegovemem lebih singkat ketimbang roti ukuran besar.
Pengovenen terlalu lama akan membuat roti terasa keras. Sebaliknya pengovenen telalu sebentar akan membuat roti tidak matang sempurna. Begitu juga pengembangannya.

artikel dikutip dari buku "Variasi roti lezat & cantik 2" Sedap.

Selasa, 26 Januari 2010

Tip Memilih Buah.

  • pilih buah yang sedang musim. Selain rasanya lebih enak, harganya juga lebih murah.
  • Nikmati buah buahan lunak seperti stroberi, rasberry, ceri saat banyak di jual. Buah buah ini mempunyai musim pendek.
  • Pilih buah yang terasa berat dan pastikan warnanya cerah, segar dan padat. Ini menandakan kandungan air yang baik.
  • Hindari buah dengan bagian yang rusak atau busuk, berkulit kusam atau layu, berjamur atau berair.
  • Baui buah buah seperti melon, mangga, dan peach saat membeli. Aroma yang wangi pertanda siap dimakan.

Tip memperlakukan BUAH.

  • Tomat yang kematangan akan menjadi keras lagi jika dimasukkan kedalam wadah berisi air asin selama 15- 20 menit.
  • Agar irisan lemon tahan segar lebih lama, simpan di lemari pendingin dengan bagian yang sudah di iris diletakkan pada wadah berisi air gula.

Agar Kacang Panjang/ Buncis Rebus Tetap Garing

  • Didihkan air yang diberi sedikit garam. Masukkan kacang panjang atau Buncis.
  • Biarkan sampai air mendidih lagi. Rebus selama 2-3 menis. Angkat, tiriskan
  • Masukkan kacang panjang / buncis ke dalam mangkuk merisi air es. Gunakan sesuai keperluan.

Selasa, 19 Januari 2010

Kegagalan Pembuatan Kue Kering Yang sering terjadi

  1. Kue Terlalu Melebar : Penyebabnya bisa pengocokan margarine dan gula yang terlalu lama. Bisa juga karena telur yang di pakai terlalu banyak
  2. Kue Kering Terlalu Keras : Kesalahan bisa disebabkan karena komposisi resep yang terlalu lama. Bisa juga karena kue kering terlalu lama di oven (temperatur rendah)
  3. Kue Kering COkelat dibagian bawah, Tetapi belum matang di bagian tengah : Penyebabnya api oven tidak merata hingga bagian bawah saja yang matang. Atau panas oven terlalu tinggi. Bisa juga karena jarak antara loyang ke api bawah terlalu dekat. Pengolesan margarine yang terlalu banyak pada loyang juga bisa menyebabkan kue menjadi terlalu cokelat di bagian bawah.
  4. Cokelat Meleleh : Lapisan coating chocolate pada kue kering bisa saja meleleh bila penyimpanan kurang tepat. Misalnya wadah kurang tertutup rapat atau udara sekitar amat panas. Kalau kondisi itu tidak bisa dihindari, oleskan coating chocolate saat kue akan di sajikan. Tentu kesulitannya , anda tidak bisa memyentap dengan sebelum cokelat beku.
  5. Bagian luar kue sudah kering, Bagian dalam masih basah : Panas oven terlalu tinggi.
  6. Kue terlalu mawur: Bahan margarine atau mentega terlalu banyak. Untuk mengatasinya tambahkan sedikit putih telur dalam adonan saat margarine di kocok.
  7. Warna Kue terlalu Pucat : Kue sering kali sudah matang, tetapi warnanya tetap pucat. Kemungkinan besar, gula yang di gunakan kurang banyak.
  8. Kue kering isi terbuka saat di oven : Sering kali kue yang diisi terbuka sambungannya ketika di oven. Biasanya kesalahan terletak saat memulung adonan. Isi kue mengenai sambungan kue hingga kue tidak merekat sempurna.
Artikel di kutip dari buku "Aneka kue Kering 2" Sedap

Senin, 18 Januari 2010

Kiat Sukses Membuat Kue Kering

Lezatnya kue kering, salah satunya memang tergantung dari resep. Namun ingatlah, cara pembuatan juga sangat berpengaruh terhadap hasil kue kering, itu sebabnya jika kue kering gagal, jangan terburu buru mengubah resep. Teliti kembali langkah langkah yang anda buat. Mungkin saja kegagalan anda hanya merupakan kesalahan pada metode atau penimbangan yang kurang tepat. Nah, untuk membantu anda mengatasi kesulitan pembuatan kue kering, simak dulu tip berikut.

  1. Baca resep dengan seksama agar prosedur yang anda gunakan tidak salah.
  2. Timbang bahan sesuai resep. Jangan mengurangi atau menambah bahan sebelum anda mencoba resep aslinya. Sangat bisa dimengerti bila anda ingin menambah sesuatu atau mengurangi / meniadakan bahan pada resep untuk menyesuaikan selera anda. Tetapi jangan lakukan hal itu sebelum anda mencoba resep aslinya.
  3. Mengocok margarine / mentega bersama gula tidak boleh terlalu lama supaya kue tidak melebar ketika di oven. Kecuali bila dalam resep memang di tuntut untuk mengocok sampai lembut betul.
  4. Mengunakan loyang yang pendek untuk pemanggangan yang sempurna. Loyang dengan tinggi 2 cm adalah loyang yang ideal untuk kue kering.
  5. Loyang harus selalu di olesi margarine supaya kue kering mudah di keluarkan. Untuk kue lidah kucing dan kue kue yang di buat dari putih telur, pengolesan harus dilakukan lebih tebal.
  6. Penggunaan manisan buah kering seperti kismis, ceri, atau plum sebaiknya di cuci berkali kali untuk menghilangkan sebagian gula yang melekat pada buah-buah tadi . Gula yang membalut buah kering bisa membuat buah tadi cepat hangus hingga aroma kue jadi tidak sedap. lagi pula karena hangus tadi, buah jadi garing ketika di santap.
  7. Hati-Hati dalam membaca resep. Gula halus adalah gula kastor (Gula pasir yang halus), bukan tepung gula yang sudah siap di pakai. Jangan ganti gula halus dengan tepung gula siap pakai kecuali dalam resep memang di minta menggunakan tepung gula (gula yang seperti tepung).
  8. Hati-hati saat megetes kematangn kue. Kue kering yang masih panas cenderung lembek. Keluarkan dulu loyang bila waktu pengovenan dinilai sudah cukup lama. Pindahkan kue ke atas rak. Setelah kue dingin, kue akan lebih mengeras. Kalaupun tak juga keras, kue bisa di oven sekali lagi setelah dingin.
  9. Bila refrigerates cookies terlanjur terlalu lama dilemari pendingin hingga tak dapat di iris, biarkan dulu kue dalam temperatur ruang beberapa saat. Setelah itu anda mencoba mengirisnya kembali. Sebaliknya, bila adonan sudah sulit di iris karena terlalu lunak, bungkus kembali adonan dan simpan lagi dalam lemari pendingain sampai bisa diiris. Adonan yang terlalu lembek membuat kur tidak sempurna.
  10. Mengisi adonan kue semprit dalam plastik segitiga jangan terlalu banyak hingga kue tidak jadi padat tekturnya. Begitu juga saat memulung adonan. Usahakan adonan tidak terlau sering di tekan tekan.
  11. Jika Adonan lengket saat di cetak, celupkan cetakan pada tepung kemudian potongkan pada kue
  12. Pengolesan kuning telur pada kue tertentu, seperti nastar dilakukan setelah kue setengah matang.
  13. Agar warna kue bagus, kuning telur olesan bisa di campur sedikit krim dan madu (untuk 2 kuning telur, bisa di tambah 1 sendok teh krim dan 1 sendok teh madu). Khusus untuk madu, tidak digunakan untuk kue yang rasanya asin.
  14. Hiasan kue yang basah seperti selai dan butter cream sebaiknya baru di oles menjelang di suguhkan supaya kue bisa di simpan lama dan tetap renyah.
Artikel di kutip dari buku "Aneka Kue Kering 2", SEDAP

Selasa, 12 Januari 2010

Puding Cokelat

KB 0044

Senin, 11 Januari 2010

Bintang Sagu

KK 0023
Kue kering ini bentuknya lucu, gurih kelapa

Mengenal & Memilih Bahan Kue

Salah satu faktor menentukan kualitas produk kue kering adalah bahan baku. Pemilihan bahan baku yang tepat mengurangi risiko kegagalan berkorelasi terhadap kualitas mutu produk.

BAHAN UTAMA
Tepung
Bahan baku utama untuk membuat kue kering adalah tepung, baik tepung terigu, tepung maizena, tepung kanji/sagu dan tepung ararut. Untuk tepung terigu, gunakan tepung terigu jenis soft wheat atau tepung protein rendah. Tepung jenis ini mengandung protein gluten sekitar 10.5-11.5 % dengan kadar abu (ash) kurang dari 0.4%. Tepung soft wheat akan menghasilkan kue kering yang rapuh dan kering merata.
Tepung kanji, maizena dan ararut sering kali ditambahkan dalam adonan kue kering sehingga menghasilkan rasa dan tekstur kue yang berbeda. pilih tepung yang baru, kering, tidak apek, dan tidak berkutu/berulat.

Lemak
Tiga jenis lemak yang bisa digunakan untuk membuat kue kering adalah margarine/lemak nabati, mentega/lemak hewani, dan shortening/pastry margarine. Penggunaan lemak sebaiknya 65 %-75 % dari jumlah tepung sehingga menghasilkan kue yang rapuh, kering, gurih dengan warna kuning mengkilat. Kue Kering yang lezat sebaiknya menggunakan mentega 80 % dan margerine 20 % namun untuk menekan biaya produksi agar harga jual lebih murah, gunakan margarine 100 % atau dengan perbandingan anatara margarine dan mentega 50:50 %.
Penambahan lemak yang terlalu banyak akan menyebabkan kue melebar saat di panggang. Sebaiknya jika terlalu sedikit akan menghasilkan kue yang keras dan seret di mulut.

Gula
Gula berfungsi memberi rasa manis serta membantu penyebaran rasa struktur rakahan kue. Sebaiknya gunakan gula halus karena mudah dicampur dengan bahan lain dan menghasilkan kue dengan pori pori kecil dan halus.
Jenis gula yang bisa digunakan untuk membuat kue kering adalah gula halus, gula pasir dan gula kastor (gula pasir dengan butiran halus). Brown sugar (Gula pasir dengan penambahan molases), atau gula palem (gula aren dengan butiran halus). Sesuaikan ukurannya dengan ketentuan resep. Pemakaian gula yang berlebihan akan membuat kue cepat gosong dan melebar sewaktu dipanggang. Sebaliknya jika kurang akan meyebabkan kue kurang renyah. Warna kue pucat/kurang cokelat. terlalu kering dan lama matangnya.

Telur
Dalam adonan, telur berfungsi sebagai pengikat bahan bahan lain, memberikan kelembapan, membangun struktur kue, dan meningkatkan nilai gizi. Kuning telur memberi efek empuk pada adonan dan sangat berpengaruh terhadap kelembutan dan citarasa kue kering, sedangkan putih telur cenderung mengeraskan adonan.
Semua jenis telur bisa digunakan, baik telur ayam ras, ayam kampung, maupun telur bebek. Pilih telur yang masih baru. Telur berkualitas baik ditandai dengan bagian putih dan kuningnya yang terpisah dengan baik dan utuh ketika di pecahkan.

BAHAN PENDAMPING
Susu Bubuk
Susu meningkatkan cita rasa dan nilai gizi kue. Hasil kue kering yang menggunakan susu aromanya lebih harum. rasanya lebih gurih, dan texturnya lebih lembut. Biasanya yang digunakan adalah susu bubuk, tetapi kue tertentu bisa menggunakan susu tawar cair.

Soda Kue, Baking Powder, dan Cream of Tartar
Soda kue (Sodium bikarbonat)
membuat kue kering lebih renyah dan kering. Soda kue juga membantu mengontrol kekosongan gula. Hati hati dalam penggunaan soda kue. Penggunaan berlebihan akan menyebabkan kue berwarna gelap dan terasa pahit.

Baking Powder
sebenarnya gabungan dari soda kue, Cream of Tartar dan tepung dengan perbandingan 1:2:1) fungsinya sama dengan soda kue yaitu membuat kue kering lebih renyah dan meperlebar volume.

Cream of Tartar
biasanya digunakan untuk jenis kue yang menggunakan putih telur yang di kocok hingga kaku, seperti schuimpjes. Bahan ini berfungsi untuk meyetabilkan putih telur yang sudah dikocok agar tidak mudah turun kembali.

Cokelat
Beberapa kue kering menggunakan komponen cokelat sebagai bahan pendamping. Cokelat yang digunakan bisa berupa cokelat bubuk, maupun cokelat batangan. Cokelat batangan terdiri dari cokelat masak pekat (Dark Cooking Chocolate), Cokelat masak putih (White Cooking Chocolate), Cokelat masak susu (Milk Cooking Chocolate), maupun cokelat keping (Chocolate Chip). Pilih cokelat bubuk maupun cokelat batangan yang berkualitas baik. Untuk menghasilkan cokelat tim yang bagus, jangan mengetim cokelat langsung di atas perapian. Cokelat sebaiknya ditim di atas air panas di luar perapian.

BAHAN ISI

Aneka jenis bijian seperti wijen dan kacang kacangan (Kacang Tanah, almond, mete, kenari, pistachio) serta buah kering (ceri, sukade, kismis, aprikot kering) sering digunakan sebagai bahan isi. Pilih kacang yang baru dan tidak tengik.
Aneka selai , jam dan marmalade juga seringkali digunakan sebagai bahan isi untuk menekan biaya produksi, sebaiknya selai dibuat sendiri. Jika terpaksa harus membeli, perhatikan keutuhan kemasan dan tanggal kadaluarsanya.
Bahan lain yang sering digunakan sebagai isi kue kering adalah keju , abon ayam, dan chocolate chips. Chocolate chips untuk kue kering sebaiknya dipilih yang tidak meleleh saat di oven agar bentuk kue dan penampilannnya tetap bagus.

BAHAN PENAMBAH AROMA

Kue tertentu memerlukan bahan penambahan aroma misalnya cengkih, kayu manis, bubuk cappucino, bumbu spekuk, jahe, vanili, atau sesens buah-buahan. Bahan penambah aroma terutama aneka essens, sebaiknya di campurkan dengan adonan sesaat sebelum adonan di cetak agar aroma tidak menguap. Bahan-bahan ini berfungsi meningkatkan aroma dan citarasa menjadi lebih baik.


artikel di kutip dari buku : "KUE KERING UNTUK USAHA" karangan Budi Sutomo

Narsis


Sekali sekali pingin juga foto dengan kue

Minggu, 10 Januari 2010

Chocolate Cake

CT 0043
Bikin Chocolate Cake untuk sahabat yang habis melahirkan.

Bolu Caramel

KB 0042
Bolu caramel seperti sarang semut, hitam manis..

Black Forest Bulat

CT 0041
Pesanan kali ini minta nya yang bulat, besar . Sesuai selera .. bikinnya asik juga

Parcel Natal

Semuanya ada 150 toples, pesenan untuk parcel isi 6 sebanyak 25 paket. semua di kerjakan sendiri nih.. untung pesennya jauh jauh hari.. akhirnya selesai juga tepat waktu... tinggal masukin ke kotak terus di pita pita in & di kirim deh. Alhamdullilah





KK 0017

Cookies54   © 2008. Distributed by Blogger Templates. Template Recipes by Emporium Digital

TOP