Senin, 18 Januari 2010

Kiat Sukses Membuat Kue Kering

Lezatnya kue kering, salah satunya memang tergantung dari resep. Namun ingatlah, cara pembuatan juga sangat berpengaruh terhadap hasil kue kering, itu sebabnya jika kue kering gagal, jangan terburu buru mengubah resep. Teliti kembali langkah langkah yang anda buat. Mungkin saja kegagalan anda hanya merupakan kesalahan pada metode atau penimbangan yang kurang tepat. Nah, untuk membantu anda mengatasi kesulitan pembuatan kue kering, simak dulu tip berikut.

  1. Baca resep dengan seksama agar prosedur yang anda gunakan tidak salah.
  2. Timbang bahan sesuai resep. Jangan mengurangi atau menambah bahan sebelum anda mencoba resep aslinya. Sangat bisa dimengerti bila anda ingin menambah sesuatu atau mengurangi / meniadakan bahan pada resep untuk menyesuaikan selera anda. Tetapi jangan lakukan hal itu sebelum anda mencoba resep aslinya.
  3. Mengocok margarine / mentega bersama gula tidak boleh terlalu lama supaya kue tidak melebar ketika di oven. Kecuali bila dalam resep memang di tuntut untuk mengocok sampai lembut betul.
  4. Mengunakan loyang yang pendek untuk pemanggangan yang sempurna. Loyang dengan tinggi 2 cm adalah loyang yang ideal untuk kue kering.
  5. Loyang harus selalu di olesi margarine supaya kue kering mudah di keluarkan. Untuk kue lidah kucing dan kue kue yang di buat dari putih telur, pengolesan harus dilakukan lebih tebal.
  6. Penggunaan manisan buah kering seperti kismis, ceri, atau plum sebaiknya di cuci berkali kali untuk menghilangkan sebagian gula yang melekat pada buah-buah tadi . Gula yang membalut buah kering bisa membuat buah tadi cepat hangus hingga aroma kue jadi tidak sedap. lagi pula karena hangus tadi, buah jadi garing ketika di santap.
  7. Hati-Hati dalam membaca resep. Gula halus adalah gula kastor (Gula pasir yang halus), bukan tepung gula yang sudah siap di pakai. Jangan ganti gula halus dengan tepung gula siap pakai kecuali dalam resep memang di minta menggunakan tepung gula (gula yang seperti tepung).
  8. Hati-hati saat megetes kematangn kue. Kue kering yang masih panas cenderung lembek. Keluarkan dulu loyang bila waktu pengovenan dinilai sudah cukup lama. Pindahkan kue ke atas rak. Setelah kue dingin, kue akan lebih mengeras. Kalaupun tak juga keras, kue bisa di oven sekali lagi setelah dingin.
  9. Bila refrigerates cookies terlanjur terlalu lama dilemari pendingin hingga tak dapat di iris, biarkan dulu kue dalam temperatur ruang beberapa saat. Setelah itu anda mencoba mengirisnya kembali. Sebaliknya, bila adonan sudah sulit di iris karena terlalu lunak, bungkus kembali adonan dan simpan lagi dalam lemari pendingain sampai bisa diiris. Adonan yang terlalu lembek membuat kur tidak sempurna.
  10. Mengisi adonan kue semprit dalam plastik segitiga jangan terlalu banyak hingga kue tidak jadi padat tekturnya. Begitu juga saat memulung adonan. Usahakan adonan tidak terlau sering di tekan tekan.
  11. Jika Adonan lengket saat di cetak, celupkan cetakan pada tepung kemudian potongkan pada kue
  12. Pengolesan kuning telur pada kue tertentu, seperti nastar dilakukan setelah kue setengah matang.
  13. Agar warna kue bagus, kuning telur olesan bisa di campur sedikit krim dan madu (untuk 2 kuning telur, bisa di tambah 1 sendok teh krim dan 1 sendok teh madu). Khusus untuk madu, tidak digunakan untuk kue yang rasanya asin.
  14. Hiasan kue yang basah seperti selai dan butter cream sebaiknya baru di oles menjelang di suguhkan supaya kue bisa di simpan lama dan tetap renyah.
Artikel di kutip dari buku "Aneka Kue Kering 2", SEDAP

Cookies54   © 2008. Distributed by Blogger Templates. Template Recipes by Emporium Digital

TOP